Oleh Supriyo (Dewan Pengawas Saroja)
KEDIRI, MaTaSaaroJa.Id – Akhir-akhir ini kita semua disuguhi berita internasional dengan topik perang dagang dan ekonomi dua raksasa dunia, Amerika Serikat dan China. Dua negara sebagai simbolisasi Kapitalis dan Komunis.
Sebagai orang awam dalam peta politik internasional kami hanya ingin mencoba bersikap Rasional dan menghubungkan keduanya dengan konsep negara kita sendiri hari ini.
Senyampang yang kita ketahui konsep negara komunis, hampir semua hal dikontrol oleh negara dengan berbagai aturan dan sanksinya yang sangatlah tegas tanpa pandang bulu. Terutama kebebasan berekspresi Warga negara’ nya sangat dilarang bahkan diharamkan.
Tetapi hajat hidup dan kebutuhan dasar warga negaranya nyaris semuanya dibiayai, dan dikelola oleh negara dengan baik, bahkan pekerjaan bagi warga negara yang tidak mampu sekalipun, negara akan mencarikannya yang tepat bagi mereka, tinggal satu kata saja kewajiban bagi seluruh warga negaranya, patuhi semua aturan negara, maka selesai semuanya, seperti yang kita lihat dan baca yang terjadi di Cina, Rusia, dan Korea Utara.
Bandingkan dengan yang ada di dalam konsep negara Kapitalis, semua Warga negara’ diberikan kebebasan penuh dalam mengaktualisasikan kepentingan dan kebutuhan dasar hidupnya, Negara hanya memfasilitasi dan melindunginya, terutama hak berekspresi dan menyampaikan pendapatnya di muka umum. Demokrasi benar-benar berjalan secara utuh dan benar-benar bebas terlindungi, tetapi memiliki konsekuensi riil, hampir semua warga negaranya dibiarkan bertarung sendirian dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga lahirlah kesenjangan yang makin besar, yang kaya dan si miskin bertarung secara liar dan terbuka, di satu sisi membangun kerajaan bisnisnya secara masif dan mengumpulkan kekayaan tanpa batas dan kontrol negara, di sisi lainya harus jungkir balik hanya untuk sekedar bertahan hidup, sehingga tingkat kriminalitas sangat tinggi, walaupun menyandang predikat sebagai Negara maju…
Kembali ke Negara Kita.
Dimana konsep negara kita diantara dua konsep Negara Raksasa tersebut.
Demokrasi-kah, komunis-kah, kapitalis-kah, monarki-kah, atw yang lainnya…?
Ketika dikatakan Negara demokrasi, masih ada campur tangan negara secara mutlak pada titik-titik tertentu yang sensitif terhadap dalih bernegara, terutama hal-hal yang bersifat hukum, yang disepakati dan digembar-gemborkan sebagai panglima, banyaknya UU dan Peraturan yang kita duga berisikan pasal-pasal karet dan bisa dijadikan alat untuk membungkam kebebasan berekspresi, terutama yang mengkritisi dan melawan kebijakan pemerintah yang sedang berkuasa. Sepertinya masyarakat ingin dikontrol sepenuhnya oleh negara dengan berbagai piranti dan alat negara yang dimilikinya.sehingga kalo bisa kita duga hampir mirip konsep komunis, namun lebih santun dan halus.
Akan tetapi di sisi yang lain banyak sekali sumber-sumber daya alam yang akhirnya dikuasai oleh segelintir orang dengan berbagai trik-trik yang kita duga terjadi berbagai daerah akibat kongkalikong antara pengusaha dan penguasa di belakang layar. Sehingga lahirlah konglomerasi-konglomerasi yang menguasai mayoritas ekonomi bangsa ini layaknya konsep negara Kapitalis yang menempatkan kekuasaan pada kekuatan modal dan jaringan.
Tetapi di sisi lain’, warga negara harus mencari pekerjaan dan usaha sendiri-sendiri tanpa bisa berharap banyak pada campur tangan pemerintahan yang ada dan berkuasa.
Sehingga menurut Profesor Salim Said, Negara kita tidak bisa dibandingkan dengan negara manapun, karena penyelenggara Negara ini tidak takut dengan negara’ manapun, sehingga sulit mencapai kemajuan dan kemakmuran bersama.
Israel maju dan kuat karena sebagai negara Yahudi satu-satunya, berada dalam kepungan negara Muslim Dunia. Singapura Maju dan kuat, karena negara kecil dan etnis minoritas tetapi berada di tengah – tengah kepungan negara besar dan etnis mayoritas. Sehingga kalo mereka tidak kuat dan sejahtera, tinggal tunggu waktu saja akan ditelan dan diterkam para tetangganya.
Sebaliknya Negara Kita, jangankan negara tetangga atau negara lain, bahkan Tuhan sendiri tidak ditakuti , buktinya banyak sekali korupsinya, padahal pejabat-pejabat korup tersebut telah disumpah atas Nama Tuhan bahkan dilengkapi dengan kitab sucinya masing-masing ketika dilantik dalam jabatan tersebut, sehingga itulah yang menjadikan negara kita rusak dan sulit sekali untuk maju…
Alhamdulillah, saat ini kita mulai bisa melihat kembali asa dalam kekuasaan Presiden Prabowo Subianto, dengan adanya tata kelola pemerintahan yang tegas dan terukur.
Mulai dikembalikannya supremasi hukum pada alur yang benar, terutama dalam memberantas tindak pidana korupsi yang telah merusak negara ini.
Kembali kuatnya kepercayaan masyarakat pada Aparat Penegak Hukum yang mungkin saja beberapa tahun’ terakhir rusak, karena dianggap lemah, terutama pada Koruptor-koruptor dan oknum-oknum di lingkungan Kekuasaan, penegakan hukum dirasakan seperti tajam kebawah, tetapi sangat tumpul ke atas. Namun saat ini semuanya seperti berubah secara terbuka, keadilan semakin dirasakan oleh masyarakat, dibawah komando langsung Presiden Prabowo Subianto.
Maka sesuatu yang wajar bila akhir-akhir ini dan mungkin kedepannya, akan banyak yang terusik dan terganggu dengan gerakan-gerakan perubahan yang digelorakan Presiden Prabowo Subianto saat ini, sehingga bisa jadi akan lahir aksi-aksi, fragmen dari buzzer-buzzer profesional, bahkan upaya benturan -benturan yang menjadi bagian dari skenario besar untuk menggagalkan gerakan perubahan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto, bahkan mungkin saja, bila diperlukan akan menjadikan Presiden Prabowo Subianto sebagai musuh bersama, sebagaimana yang telah terjadi pada Presiden Soeharto di era 97/98 yang secara otomatis bertujuan untuk menggulingkannya. Kami yakin koruptor-koruptor tersebut jugalah yang menjadi bohir-bohir dibelakangnya…
Semoga gerakan perubahan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto saat ini, akan tetap on the track dan berkelanjutan sampai semua kembali benar-benar bersih, tidak kendur dan ompong di tengah jalan, kami percaya Rakyat akan terus menjaga dan siap bergerak untuk melindunginya.terakhir Kami juga berharap dan berdoa, semoga rekan-rekan aktivis dan adik-adik kami para mahasiswa akan tetap tegak lurus, kritis, dan realistis melihat situasi yang terjadi secara utuh, berbasiskan data dan argumentasi yang komprehensif, bukan sekedar asal beda, apalagi pesanan……
Menyala Presidenku, Jayalah Negeriku 🔥
Kediri, (11/04/2025) buah renungan di serambi Masjid selepas sholat Jum’at
bersambung..