BANDUNG BARAT, MaTaSaRoJa.Id – LSM Gelora Cinta Negeri (GCN) melalui Ketua GCN Indra Eka, meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk membuka informasi lengkap terkait titik-titik proyek rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi yang menggunakan anggaran Inpres 02 Tahun 2025 di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Pemantauan GCN menemukan salah satu kegiatan rehabilitasi irigasi berada di Daerah Irigasi Cibatu 2, tepatnya di Desa Sinarjaya, Kecamatan Gununghalu. Kegiatan tersebut tercatat sebagai pekerjaan swakelola Tipe I oleh Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Citarum.
Ketua GCN Bandung Barat, Indra Eka, menilai program ini sangat penting bagi petani dan masyarakat setempat, namun ia menegaskan perlunya keterbukaan data agar publik dapat mengetahui secara utuh sebaran dan progres pembangunan di wilayahnya.
“Kami mengapresiasi pembangunan irigasi ini. Tetapi masyarakat perlu tahu berapa titik yang dikerjakan di Bandung Barat. Transparansi itu penting agar pengawasan sosial berjalan dengan baik,” tegas Indra Eka, Senin (08/12/2025).
Dari hasil penelusuran GCN pada sistem LPSE, total pagu paket Inpres Tahap III mencapai Rp 28,29 miliar, yang cakupannya meliputi Sukabumi, Purwakarta, dan Bandung Barat. Namun hingga saat ini, tidak ada keterangan rinci jumlah titik pekerjaan khusus di wilayah Bandung Barat.
Indra Eka menegaskan bahwa permintaan informasi ini bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan agar penggunaan anggaran negara dapat dipantau bersama dan kualitas pekerjaan tetap terjaga.
“Kami tidak menolak pembangunan, justru mendukung. Tetapi keterbukaan data itu wajib. Apalagi proyek ini menyangkut kebutuhan dasar petani,” ujar Indra.
GCN memastikan akan terus melakukan monitoring lapangan dan siap bersinergi dengan BBWS Citarum untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran, berkualitas, dan memberi manfaat maksimal kepada masyarakat.
“Kami siap berdialog dan memberi masukan konstruktif. Transparansi dan partisipasi publik adalah kunci agar pembangunan tidak hanya selesai, tapi juga berkualitas,” tambahnya.
GCN berharap BBWS Citarum segera merilis data resmi mengenai titik-titik pekerjaan di Bandung Barat, demi memperkuat kepercayaan publik dan mencegah misinformasi.(*/red)