KEDIRI, MaTaSaRoJa.Id – Dilaksanakannya Program KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) di Indonesia Khususnya Kabupaten Kediri menuai tangapan Positif dari masyarakat, pasalnya program tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap pembangunan Desa dan peningkatan perekonomian warga melalui sistem padat karya.
Dalam pelaksanaannya Program KDKMP melibatkan berbagai pihak mulai dari Pemerintah Desa, pelaksana lapangan, para pelaku usaha material, hingga masyarakat setempat sebagai pekerja dalam pembangunan KDKMP yang nantinya juga merekrut anggota sesuai dengan prosedural. Program tersebut disebut mampu membuka peluang kerja sekaligus mempercepat pembangunan fasilitas umum di desa, juga peluang warga untuk bekerja secara berkesinambungan dalam pengelolaan KDKMP.
Menanggapi adanya pertanyaan publik terkait pelaksanaan program, salah satu perwakilan pelaksana tugas, Isa Ansori, menjelaskan bahwa dirinya bukan merupakan kontraktor dalam proyek KDKMP, melainkan hanya membantu pelaksanaan kegiatan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Saya bukan kontraktor dalam proyek KDKMP, melainkan hanya pelaksana tugas padat karya dari Negara melalui Kodim 0809 Kediri,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh tim pelaksana atau pihak yang telah ditunjuk sesuai prosedur dan kesepakatan yang berlaku. Terkait penggunaan anggaran, disebutkan bahwa seluruh dana dipergunakan berdasarkan perencanaan kegiatan serta mengacu pada aturan dan mekanisme yang berlaku.
“Seluruh penggunaan dana dilakukan sesuai perencanaan, kebutuhan kegiatan, serta mengacu pada aturan dan mekanisme yang berlaku,” jelasnya.
Program KDKMP sendiri dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari membantu pembangunan infrastruktur desa, meningkatkan fasilitas umum, hingga pemenuhan kebutuhan sehari hari dan peningkatan kesejahteraan warga melalui pemasaran produk masyarakat.
Sementara itu, Imam Baihaqi selaku perangkat (Kaur Kesra) Desa Wonorejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, juga menyambut baik adanya program tersebut karena dianggap mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat desa.
“Pemerintah desa pada dasarnya merasa terbantu dan menyambut baik adanya program KDKMP karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Selain itu, terkait isu hubungan antara ASN dengan pihak KDKMP maupun kepala desa, dijelaskan bahwa tidak ada hubungan khusus selain sebatas koordinasi kerja dalam pelaksanaan kegiatan.
“Tidak ada hubungan khusus antara ASN , kontraktor atau pihak manapun selain konsultasi teknis dalam pelaksanaan kegiatan KDKMP,” terangnya.
Sebelumnya, salah satu petugas pelaksana padat karya KDKMP dari Kodim, Riski Dwi Juliansyah, menyampaikan bahwa program tersebut bertujuan membantu masyarakat melalui sistem padat karya dengan melibatkan tenaga kerja lokal.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian untuk membantu masyarakat desa melalui sistem padat karya. Jadi masyarakat juga ikut terlibat langsung dalam pekerjaan sehingga manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ujar Riski.
Riski berharap program tersebut dapat terus berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mendukung pembangunan desa serta meningkatkan kebersamaan warga.
Di sisi lain, Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol. Inf. Dhavid Nur Hadiansyah, menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan KDKMP dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dan tidak ada keterlibatan ASN maupun kontraktor atau pihak lain di luar pelaksanaan kegiatan KDKMP di Kabupaten Kediri.
Program KDKMP menjadi salah satu bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan Desa berbasis pemberdayaan masyarakat dan semangat gotong royong. Selain membantu percepatan pembangunan, program ini juga membuka peluang kerja untuk masyarakat yang berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian warga Desa.(*/chim)