KEDIRI, MaTaSaRoJa.Id – Aksi penyampaian aspirasi warga terdampak TPA kini memasuki hari ke 5 sejak dimulainya pada kamis (02/04) pekan kemarin. Dan akan bertahan sampai tuntutan mereka dipenuhi oleh Pemerintah. Semangat warga kian bertambah dengan bergabungnya Supriyo utuk kali pertama selama estafet demo di depan kantor UPT TPA Klothok. Sebagaimana diketahui Supriyo adalah figur yang di tokohkan selam ini di masyarakat Pojok.
Aksi yang masih didalam bulan Syawal ini juga dimanfaatkan warga yang berkumpul untuk Halal Bihalal terutama warga yang saat lebaran kemarin belum sempat bertatap muka. Jika diibaratkan “Sambil menyelam minum air”.
Ratusan warga tetap bertahan hingga saling memberikan makanan ringan maupun donasi uang untuk kegiatan perjuangan menagih hak akibat dampak sampah yang dialami puluhan tahun lama. Kajian-kajian yang dilakukan Pemerintah Kota selama ini dianggap “menghamburkan” uang APBD Pemerintah Kota Kediri.
“Kami akan tetap kompak untuk memperjuangkan hak karena ini memang menjadi kewajiban Pemerintah Kota untuk memperhatikan Masyarakatnya. Uang Donasi Loss untuk kegiatan ini. Aksi ini juga digunakan sebagai moment halal bihalal yang masih di Syawal Tahun ini,”tandasnya,Senin (06/04/2026)
Polemik kompensasi dampak TPA sebenarnya sudah bergulir sejak lama, bahkan sudah dibawa ke ranah RDP, maupun Audiensi, namin kesepakatan anatara warga dengan Pemerintah tak kunjung ada. Supriyo juga mengancam akan melaporkan segala bentuk kegiatan yang dianggap menghambur hamburkan uang APBD.
Menurut Supriyo yang berulang kali mengawal proses dari kompensasi dampak TPA untuk setiap tahunnya memang sudah dianggafkan Pemerintah melalui APBD. Tetapi dalam proses pencairannya kepada warga Pemerintah selalu berpedoman pada kajian yang dinilai warga tidak ada korelasinya dengan hak kompensasi warga.
“Kami tadi juga ditelpun Kepala DLHKP akan menemui aksinya dengan membawa Tim dari ITS untuk melalukan survey, tapi kami tetap tolak karena ngak ada korelasinya kajian kajian, karena warga butuh kepastian untuk dicairkan anggaran yang sudah dianggarkan di APBD,”tandas
Sampai detik ini Warga terus bertahan hingga 11 April Mendatang sesuai dengan isi surat pemberitahuan aksi damai yang telah dikirim warga ke Kepolisian setempat. Dampak dari polemiknyang berkepanjangan ini munvul tagline #KotaKediriDaruratSampah diberbagai media sosial warga.(*/chim).