KEDIRI, MaTaSaRoJa.Id – Sektor ekonomi memegang peranan penting dalam menunjang jalannya kehidupan, baik secara sosial, Budaya, Politik, dan Pemerintahan. Pertumbihan ekonomi yang sehat akan berdampak postif bagi kehidupan manusia di beberapa aspek. Melemahnya pertumbuhan ekonomi akhir akhir ini mendapat perhatian serius dari Kantor Pewakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri.
Salah satunya dengan menggelar kegiatan HARMONI bersama Media pada Selasa (14/04/2026) guna memperkuat sinergi bersama media. Kegiatan ini bertujuan mengajak kalangan media berperan aktif menjaga optimisme pasar di tengah ketidakpastian gejolak ekonomi global yang masih berlangsung.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kediri, Deasi Surya Andarina, menekankan pentingnya sinergi dengan media dalam penyampaian informasi kebijakan ekonomi yang akurat, transparan, dan berimbang kepada publik.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun sinergi dengan media dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, sekaligus menyampaikan perkembangan ekonomi terkini, baik global maupun regional, khususnya pasca Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.
Lebih lanjut Dea menjelaskan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 diperkirakan melambat menjadi sekitar 3,2 persen, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Perlambatan tersebut dipicu oleh ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan antarnegara, serta tingginya suku bunga global yang menahan aliran modal ke negara berkembang.
Meski demikian, perekonomian Indonesia dinilai tetap menunjukkan ketahanan. Bank Indonesia, kata Dea, berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi, terutama dengan mengendalikan inflasi pada kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
Di tingkat regional, kinerja ekonomi wilayah kerja BI Kediri yang mencakup 13 kabupaten/kota tercatat tumbuh 4,31 persen, sedikit melambat dibandingkan periode sebelumnya sebesar 4,39 persen. Angka tersebut masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan Jawa Timur dan nasional yang berada di kisaran 5 persen.
Dari data yang dihimpun Kabupaten Pacitan mencatat pertumbuhan tertinggi yang didorong sektor pariwisata dan industri. Sementara itu, Kota Kediri menjadi daerah dengan pertumbuhan terendah, sehingga perlu penguatan sektor lain seperti Pariwisata dan ekonomi kreatif.
Masih menurut Dea, saat ini konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Mengingat konsumsi rumahbtangga meruoakan kebituhan primer dalam kehidupan sehingga berdampak pada perputaran ekonomi yang berlangsung berkesinambungan
“Konsumsi rumah tangga merupakan penopang utama dalam pertumbuhan ekonomi. Artinya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga pergerakan ekonomi,” katanya.
Dari sisi harga, inflasi hingga Maret 2026 tercatat masih terkendali. Inflasi di Kota Kediri sebesar 0,41 persen, Madiun 0,49 persen, dan Tulungagung 0,43 persen. Kenaikan harga terutama dipengaruhi meningkatnya permintaan bahan pangan selama periode hari besar keagamaan.
Namun demikian, BI mengingatkan adanya potensi tekanan inflasi ke depan akibat faktor cuaca yang dapat mengganggu pasokan pangan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, diperlukan penguatan kerja sama antar daerah serta pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan.
Di sektor perbankan, intermediasi menunjukkan tantangan. Pertumbuhan dana pihak ketiga tercatat sebesar 3,3 persen, sementara penyaluran kredit mengalami kontraksi sebesar 0,7 persen, terutama pada kredit modal kerja. Kondisi ini mengindikasikan pelaku usaha masih bersikap hati-hati dalam melakukan ekspansi. Meski begitu, risiko kredit atau non-performing loan (NPL) masih berada dalam batas aman, yakni sebesar 3,49 persen.
Dea menekankan pentingnya menjaga optimisme di tengah maraknya informasi negatif terkait kondisi ekonomi global.
“Di tengah ketidakpastian global, kita perlu tetap optimistis dan terus berkontribusi dalam mendorong perekonomian,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, KPwBI Kediri terus menjalankan berbagai program pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari digitalisasi, perluasan akses pasar global, hingga penguatan komunitas usaha lokal.
Melalui kegiatan HARMONI, BI Kediri berharap tercipta keselarasan komunikasi antara otoritas dan media dalam membangun persepsi positif serta menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global.(*/chim)