Home / Berita / Satgas PPA Kota Kediri Fokus Pulihkan Trauma Korban Tindak Asusila, Yang Mengguncang Publik Kediri

Satgas PPA Kota Kediri Fokus Pulihkan Trauma Korban Tindak Asusila, Yang Mengguncang Publik Kediri

KEDIRI, MaTaSaRoJa.Id – Kasus dugaan asusila terhadap anak dibawah umur yang terjadi di wilayah Bangsal Kecamatan Pesantren terus menyita perhatian publik Kota Kediri. Peristiwa pilu ini tentunya menjadi tamparan tersendiri bagi Kota Kediri yang berlabel Kota Ramah Anak.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3P2AKB) Kota Kediri memastikan pendampingan terhadap korban telah dilakukan secara intensif dan menyeluruh, melalui satgas PPA khususnya pada aspek pemulihan psikologiskorban beserta keluarga korban.

Kabid satgas PPA DP3P2AKB Kota Kediri, Zaki Zamani, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp pada Selasa (09/12/2025), mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tiga anak dalam proses pendampingan, terdiri dari dua korban berinisial (B) dan satu anak berinisial (K) dalam satu perkara, dan satu korban lagi diperkara asusial lain dengan inisial (ACN).

“Pendampingan kami fokuskan pada kondisi psikologis korban. Dari hasil assessment psikolog, ditemukan adanya tekanan mental, stres, hingga gejala depresi, terutama pada salah satu anak,” tegas Zaki.

Zaki menjelaskan, anak berinisial B bahkan sempat mengalami kondisi fisik yang menurun dan sering mengeluh sakit. Karena itu, DP3P2AKB bersama psikolog melakukan treatment berkelanjutan guna memulihkan trauma akibat kekerasan yang dialami.

“Pendampingan tidak hanya ke anak, tetapi juga kepada orang tua. Ibunya juga mengalami tekanan psikologis, terutama setelah melihat ramainya pemberitaan di media sosial,” ujarnya.

Menurut Zaki, berdasarkan rekomendasi psikolog, keluarga korban juga diminta membatasi penggunaan media sosial, khususnya bagi anak, karena paparan berita yang masif berpotensi memperberat kondisi mental korban.

“Anak-anak ini rawan merasa tertekan ketika melihat pemberitaan yang beredar luas. Maka pembatasan media sosial menjadi langkah penting dalam proses pemulihan,” lanjutnya.

Sedangkan menanggapi pernyataan LSM Saroja mengenai kinerja satgas PPA yang kurang tanggap dalam pendampingan korban, Zaki menegaskan bahwa hal tersebut hanya miskomunikasi dan tidak memengaruhi proses pendampingan korban.

“Yang utama saat ini adalah keselamatan, pemulihan psikologis, dan pemenuhan hak anak. Itu menjadi prioritas kami,” pungkasnya.

Kasus dugaan tindak asusila ini sudah dalam penanganan Unit PPA Satreskrim Polres Kediri Kota.(*chim)

Check Also

Gelar Turnamen E-Sport, Polres Kediri Kota Berikan Ruang Kreatif bagi Generasi Digital

KEDIRI, MaTaSaRoJa.Id – Polres Kediri Kota kembali menunjukkan perhatian terhadap generasi muda khususnya di bidang …