KEDIRI, MaTaSaRoJa.Id – Pemerintah Kota Kediri menggelar acara malam pergantian tahun di Jalan Satasiun sekaligus meresmikan Penataan Kawasan Jalan Stasiun dengan menggelar pesta rakyat. Konsep yang memadukan hiburan, budaya, solidaritas, dan transformasi pembangunan Kota.
Kawasan depan Stasiun Kediri yang di sulap berubah menjadi panggung utama ibuan warga nantinya akan memadati lokasi untuk menyaksikan momen bersejarah yang menjadi simbol wajah baru Kota Kediri
Dalam jumpa Pers yang digelar pada Rabu siang (31/12/2026) di Grand Surya Hotel Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri, Rony Yusianto, menyebut penataan kawasan stasiun sebagai capaian strategis pembangunan.
“Malam ini menjadi puncak perjalanan panjang pembangunan kawasan stasiun. Kami berharap 2026 menjadi tahun yang jauh lebih baik dengan ikon kota yang kini lebih modern dan membanggakan,” ujarnya.
Puncak kemeriahan semakin terasa dengan penampilan Rio Febrian sebagai bintang utama. Penyanyi nasional itu mengaku bangga bisa kembali ke Kediri dan bahkan mengenakan tenun khas Kediri di atas panggung.
“Spesial bisa menutup 2025 di Kediri. Saya siapkan lebih dari 10 lagu untuk kita nyanyikan bersama,” kata Rio.
Acara dimulai pukul 21.30 WIB dengan penampilan Project Band dan Victoria Band, sebelum Rio Febrian mengguncang panggung pada pukul 23.00 WIB.
Tak hanya hiburan, Pemkot Kediri juga menghadirkan “Makan Bareng Mbak Wali” dengan membagikan 2.000 porsi nasi pecel gratis bagi warga. Sepanjang area acara dipenuhi lapak UMKM yang tertata rapi, menghadirkan denyut ekonomi rakyat di tengah pesta kota.
Di tengah kemeriahan, perayaan ini juga diisi dengan doa lintas agama dari tujuh unsur kepercayaan sebagai simbol harmoni dan toleransi, juga meneguhkan Kota Kediri sebagai Kota yang Agamis sesuai dengan visi Kota Kediri MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni).
Selain itu, sebagai bentuk kepedulian terhdao sesama Pemkot membuka posko donasi untuk korban bencana di Sumatera Utara dan Aceh. Kendati sebelumnya Pemerintah Kota Kediri telah menyalurkan bantuan Rp 205,8 juta dan 7 truk logistik ke wilayah terdampak.
Disamping itu Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Adi Sutrisno, menegaskan bahwa perayaan ini tidak hanya tentang kegembiraan, tetapi juga kepedulian.
“Kami ingin malam tahun baru ini menjadi kenangan indah sekaligus momentum kebersamaan bagi seluruh warga Kediri,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran acara, Jalan Stasiun ditutup mulai pukul 17.00 WIB, sementara Jalan Doho bersifat situasional. Area parkir disediakan di Jalan Basuki Rahmat dan RAKK, lengkap dengan toilet portable dan ambulans siaga.
Malam pergantian tahun di Kediri pun tak sekadar menjadi pesta, melainkan tonggak sejarah perubahan wajah kota hangat, meriah, dan penuh harapan baru.(*/red)