KEDIRI, MaTaSaRoJa.Id – Perjuangan warga Pojok terdampak TPA belum mendapatkan hasil yang diharapakan, kendati sudah menggelar aksi blokade jalan menuju TPA selama 2 hari pada Kamis (02/04) dan Sabtu (04/04). Namun demikian semangat warga tak pernah surut dalam menggelar aksi susulan hingga harapan warga terdampak TPA segera dipenuhi oleh Pemerintah Kota Kediri.
Korlap Aksi Imam Sopi’i ditengah melakukan aksi damai menegaskan telah melayangkan Surat Pemberitahuan Aksi Damai ke Polres Kediri Kota. Tak tanggung tanggung tertuang dalam surat pemberitahuan aksi damai akan digelar selama sepekan kedepan dimulai hari senin (06/04) hingga hari Sabtu (11/04) di tempat yang sama dengan tuntutan yang juga sama.
“Siang tadi sudah kami kirim surat pemberitahuan aksi damai, dan telah diterima oleh pihak Pokres Kediri Kota. Kami akan gelar selama 6 hari dimulai Senin besok (06/04) dengan tuntutan yang sama yaitu segera dicairkannya kompensasi dampak TPA untuk warga sebesar 2 Juta Rupiah per Kepala Keluarga.” tegas Imam pada Sabtu (04/04/2026).
Lebih lanjut Imam menambahkan juga mendesak Wali Kota Kediri untuk memberikan pernyataan resmi kepastian kapan kompensasi dicairkan dan kejelasan dipenuhinya tuntutan warga.
“Setidaknya ada pernyataan resmi dari Wali Kota mengenai kepastian kapan cair kompensasi dan memenuhibtuntutan warga mengenai besaran kompensasi untuk warga. Jika benar kompensasi masih dalam tahap proses,” tambahnya.
Senada dengan Imam, Korlap Aksi lainnya Ipan Susanto juga berharap Wali Kota selaku pimpinan tertinggi di Struktur Pemerintahan Kota Kediri untuk memberikan pernyataan resmi kaepastian dari kompensasi dampak TPA.
“Iya benar kami berharap segera Wali Kota menyatakan secara resmi mengenai Kompensasi dampak TPA, namun demikian bilamana masih saja diingkari oleh Pemerintah maka kami akan lakukan aksi lagi dengan skala yang lebih besar. Dan bisa jadi kami menempuh jalur hukum deminyerpenuhinya hak masyarakat akan dampak TPA,” Ujarnya.
Masih kata Ipan aksi damai warga terjadi karena dipicu seringnya warga mengalami pengingkaran janji oleh Pemerintah terkait pencairan kompensasi di tahun tahun sebelumnya.
Kekompakan warga semakin jelas terlihat dengan banyaknya warga yang mengikuti aksi, disusul warga lain yang datang sekedar mengirim logistik dikarenakan aksi dilakukan seharian hingga sore hari.(/*chim)